“You only live once, but if you do it right, once is enough.”

Saturday, February 21, 2015

Posted by NEO BATAVIA 1:01 AM No comments
Duh perusahaan ga mau rugi banget ya gara-gara tanggal merah imlek di hari kamis jadinya hari kerja ditukar dengan hari sabtu, Sumpah bawaanya males banget padahal perusahaan yang lain banyak yang libur. lagian kalau masuk juga gw ga ada kerjaan alhasil sambil nunggu waktu pulang gw coba upload koleksi lagu mp3 yang ada dikomputer.
Menurut gw sih lagu-lagu yg gw upload ini enak didenger ama telinga gw tapi ga tau juga kalau ditelinga kalian moga-moga sih sama ya :-p.
Silahkan bagi yang mau download.....

Wednesday, November 12, 2014

Kita sebagai orang Indonesia yang berbudi luhur pasti tahu dengan budaya yang akan dibahas ini, tapi belakangan kita bisa melihat, merasakan (bahkan mungkin mengalami) udah mulai berkurang. Jadi, kami coba angkat deh, supaya Anda mau mengembalikan budaya kita, menjadi budaya sesungguhnya!
1. Cium Tangan Pada Orang Tua
Biasanya sih dibilang “salim“, bila di semasa saya hal ini merupakan kewajiban anak kepada orang tua disaat ingin pergi ke sekolah atau berpamitan ke tempat lain. Sebenarnya hal ini penting loh, selain menanamkan rasa cinta kita sama ortu, cium tangan itu sebagai tanda hormat dan terima kasih kita sama mereka, sudahkah kalian mencium tangan orang tua hari ini?

2. Penggunaan tangan kanan

Bila di luar negeri sih, saya rasa gak masalah dengan penggunaan tangan baik kanan ataupun kiri, tapi hal ini bukanlah budaya kita. Budaya kita mengajarkan untuk berjabat tangan, memberikan barang, ataupun makan menggunakan tangan kanan. (kecuali memang di anugerahi kebiasaan kidal sejak lahir).


3. Senyum dan Sapa

Ini sih Indonesia banget! Dulu citra bangsa kita identik dengan ramah tamah dan murah senyum. So, jangan sampai hilang, ya! Ga ada ruginya juga kita ngelakuin hal ini, toh juga bermanfaat bagi kita sendiri. Karena senyum itu ibadah dan sapa itu menambah keakraban dengan sekitar kita.


4. Musyawarah

Satu lagi budaya yang udah jarang ditemuin khususnya di kota-kota besar semisal Jakarta. Kebanyakan penduduk di kota besar hanya mementingkan egonya masing-masing, pamer inilah itulah, mau jadi pemimpin kelompok ini itu dan bahkan suka main hakim sendiri. Tapi coba kita melihat desa-desa yang masih menggunakan budaya ini mereka hidup tentram dan saling percaya, ga ada yang namanya saling sikut dan menjatuhkan, semua perbedaan di usahakan secara musyawarah dan mufakat. Jadi sebaiknya Anda yang ‘masih’ merasa muda harus melestarikan budaya ini demi keberlangsungan negara Indonesia yang tentram dan cinta damai.


Dan budaya yang terakhir,..


5. Gotong royong

Itu bukan urusan gue!“, “emang gue pikiran“, Whats up bro? Ada apa dengan kalian? Hayoolah kita sebagai generasi muda mulai menimbulkan lagi rasa simpati dengan membantu seksama, karena dengan kebiasaann seperti inilah bangsa kita bisa merdeka saat masa penjajahan, ga ada tuh perasaan curiga, dan dulu persatuan kita kuat.

Read more: http://ilmu-modern.blogspot.com/2012/03/5-kebudayaan-indonesia-yang-mulai.html#ixzz3IqLR6B9I
Posted by NEO BATAVIA 1:01 AM No comments
Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit. Penyebabnya macam-macam, bisa karena sedang patah hati, sakit secara fisik, bokek alias tidak punya uang, dan semacamnya. Pada saat-saat seperti itu, bisa jadi orang mengalami frustrasi, depresi, dan ekstremnya, mencoba bunuh diri.

Mudah-mudahan Anda tidak usah seperti itu. Coba tip di bawah ini untuk menemukan kembali semangat diri.

1. Ayunkan tubuh dan bernyanyi
Pasang musik favorit, terutama yang berirama disko atau dance. Sambil bergoyang, Anda juga bisa ikut menyanyi.
2. Tersenyum
Tersenyum bisa ‘mengakali’ otak. Maksudnya, karena otot-otot Anda memaksakan senyum, otak akan berpikir bahwa Anda sedang senang.
3. Habiskan waktu dengan orang-orang tercinta
Ada orang yang senang kongkow dengan teman-temannya, ada juga yang senang bermain dengan anak-anak kecil. Terserah yang mana pilihan Anda, yang jelas pilihan kedua amat menyenangkan. Bayangkan Anda mencubit pipi seorang bocah, menyaksikan keriangannya menjilat es krim, bermain di kolam renang, atau melakukan apa pun. Percayalah, keriangan anak-anak akan menular pada Anda.
4. Hadiahi diri Anda sendiri
Kalau ada pekerjaan yang tidak Anda sukai, jangan ditunda. Segera kerjakan, supaya setelah itu usai, Anda bisa memberi kado bagi diri Anda sendiri. Hadiahnya tak usah mahal-mahal amat, bisa berupa memanjakan diri di spa atau salon, berendam di kamar mandi, membaca majalah atau buku, atau tak melakukan apa pun sambil mengunyah dua keping cokelat.
5. Bersihkan sekeliling Anda
Keadaan yang kacau balau memang bikin dada sesak. Karena itu, bebenahlah. Biarkan segala sesuatu berada di tempat yang seharusnya. Seni kuno Feng Shui menyebutkan bahwa mengenyahkan kekacaubalauan di suatu tempat berarti akan mengusir energi negatif dari sana. Cobalah.
6. Lakukan tindakan
Bila ada sesuatu yang membuat Anda cemas, entah itu kesehatan, pekerjaan, atau kehidupan rumah tangga, lakukan sesuatu. Jangan biarkan suatu masalah menjadi berlarut-larut, menggerogoti kebahagiaan Anda, dan ‘menikam’ apa yang seharusnya Anda peroleh.
7. Berpikir positif
Para konsultan psikologis tak akan pernah bosan menghadiahi kedua kata ini. Sebab, ujung-ujungnya, segala masalah bisa terasa lebih ringan kalau Anda selalu berusaha berpikir positif.
8. Jadi orang yang kreatif
Kalau cuma duduk melamun sambil mengeluh bahwa dunia ini tidak adil, sudah jelas dunia ini memang ‘terasa’ tidak adil. Anda tidak punya kesibukan, sih. Cari sesuatu yang menyibukkan diri, seperti mengerjakan pekerjaan tangan, memasak, berkebun, meredekorasi rumah, dan sebagainya.
9. Menulis
Banyak ahli setuju bahwa menulis dapat menghilangkan stres. Cobalah dengan menuangkan apa yang Anda alami ke dalam selembar kertas. Anda akan kaget melihat hasilnya.
10. Berolahraga
Manfaat olahraga pasti sudah Anda ketahui. Tapi, melakukannya ketika Anda sedang sedih, bisa jadi membawa kegunaan lain. Di antaranya adalah, membuat Anda lupa masalah, dan membawa semangat baru.
Posted by NEO BATAVIA 12:59 AM No comments
Para ahli mengatakan bahwa sesungguhnya otak manusia terdiri neuron-neuron yang bekerja bersama dan menjalin kesatuan, dengan pola yang sama dari waktu ke waktu. Anda mengenalnya sebagai kebiasaan. Tapi jangan khawatir, otak Anda dapat ‘dipaksa’ membangun sel-sel baru dan membentuk jalan menuju perilaku dan kebiasaan baru.


Berikut ini bagaimana mewujudkan perubahan-perubahan dalam hidup Anda, menurut psikolog James o Prochaska, Ph.D dan Carlo C. Diclemente :



1. Buat resolusi Anda tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Lakukan komitmen yang telah Anda janjikan pada diri sendiri, dan buatlah sedemikian rupa agar Anda tak memiliki pilihan lain selain melakukannya. 

2. Memudahkan Diri Anda untuk Melakukan Tindakan. 
Apakah tujuan Anda nyata? Kebanyakan orang gagal karena sulit mengubah tujuan menjadi nyata. Untuk berhasil, Anda harus tahu apa tindakan yang akan Anda lakukan. Misalnya, resolusi Anda adalah ingin memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai. Terjemahkan ke dalam aksi yang nyata, seperti Anda akan menyisakan setengah jam sehari untuk berjalan-jalan. 

3. Hindari Pemakluman.
Apa alasan utama Anda saat tidak menepati janji terhadap resolusi Anda? Lupa? Sibuk? Hilang semangat? Atau tak tahu bagaimana memulainya? Buat daftar alasan-alasan yang biasa Anda kemukakan. Buatlah strategi untuk mengatasinya. 

4. Manfaatkan Deadline Sebagai Pemicu. 
Sebagian besar dari Anda seringkali terpacu untuk melakukan sesuatu setelah deadline semakin dekat. Buatlah deadline yang membuat Anda bertindak, entah itu wawancara kerja, reuni atau hari pernikahan. Niscaya semangat Anda terpacu untuk sungguh-sungguh melakukan perubahan sebelum hari-H tiba. 

5. Buat Jadwal.
Jadwalkan apa yang ingin Anda lakukan. Tulis dalam agenda Anda, perlakukanlah selayaknya janji yang Anda buat dengan seseorang. Jadwalkanlah dengan spesifik, kapan dan berapa lama Anda akan melakukannya. 

6. Lakukan Setiap Hari.
Semakin Anda menjadikan janji Anda sebagai bagian dari keseharian, Anda akan memperlakukan hal itu sebagai rutinitas, sehingga tanpa terasa Anda melakukannya begitu saja tanpa beban lagi. 

7. Pantau Perilaku Anda. 
Penilaian menunjukkna bahwa perilaku yang terekam dalam tulisan akan membantu Anda menjadi lebih baik. Misalnya, dengan menuliskan seberapa sering Anda bersikap khawatir terhadap apa yang Anda hadapi, dan sebagainya. 

8. Fokuskan Pada Horison. 
Lihat seberapa jauh Anda telah melangkah, buka seberapa jauh lagi jarak yang harus Anda tempuh. Hal ini akan memberi Anda kekuatan untuk terus melangkah. Luangkan waktu sejejnak untuk merefleksikan apa yang telah berhasil Anda lakukan. Jadikan itu sebagai pemacu untuk tetap melanjutkan ‘perjuangan’ Anda. 

9. Cari Rolemodel. 
Bayi belajar dengan meniru, mengapa orang dewasa tidak? Temukanlah seseorang yang dapat menjadi contoh Anda melakukan perubahan. Apa yang ia lakukan dan tidak Anda lakukan? Jangan malu untuk bertanya kunci kesuksesan perubahannya. Sebagian besar orang senang jika dijadikan teladan. 

10. Ajari Orang Lain. 
Jalan terbaik untuk menyatukan diri dengan kebiasaan baru adalah dengan menjadi seorang mentor. Dengan mengajari orang lain, Anda akan terpacu untuk meningkatkan kualitas diri. 

11. Perlakukan Diri Secara Wajar. 
Lakukanlah yang terbaik. Pada saat tertentu Anda akan kehilangan orientasi atau membuat resolusi Anda berantakan. Saat itu terjadi, perlakukan diri Anda dengan wajar. Jangan tenggelam dalam rasa malu atau bersalah. Segeralah bangkit kembali 


sumber : http://apakah-adalah.blogspot.com/2011/09/tips-merubah-hidup-kita.html

Posted by NEO BATAVIA in , , | 12:57 AM No comments
Untuk sebagian besar dari kita, berpikir negatif mungkin sudah menjadi bagian dari diri. Ketika hal-hal tidak sesuai rencana, kita dengan mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi baik dari kejadian tersebut.

Berpikiran negatif tidak membawa kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah buruk, yang lalu akan berakibat performa kita mengecewakan. Hal ini bisa menjadi lingkaran yang tidak berujung.

Jessica Padykula menyarankan sembilan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif yang adalah sebagai berikut :

1. Hidup di Saat Ini
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.

2. Katakan Hal Positif Pada Diri Sendiri
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.

3. Percaya Pada Kekuatan Pikiran Positif
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.

4. Jangan Berdiam Diri
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah / pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.

5. Fokus pada Hal-hal Positif
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti ‘hari ini cerah’ atau ‘makan sore hari ini menakjubkan’. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.

6. Bergeraklah
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelilingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.

7. Hadapi Rasa Takutmu
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.

8. Coba Hal-hal Baru
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran ‘ya, tapi…’. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.

9. Ubah Cara Pandang
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.


Wednesday, November 5, 2014

Posted by NEO BATAVIA in , , , | 7:17 PM No comments

Wednesday, October 1, 2014

Posted by NEO BATAVIA 11:34 PM No comments
Aku ga tau harus memulai dari mana cerita ini, aku manusia aneh selalu diberi kesempatan tapi selalu mengacaukan terus. Entahlah sampai kapan Yang diatas akan selalu memberikan aku kesempatan-kesempatan.
Seperti saat ini ketika orang sibuk melamar perkerjaan setelah lulus kuliah S1 dan saling bersaing dengan lulusan yang sama aku sudah diterima disalah satu perusahaan jepang dan hanya duduk santai walau sekali-kali ada sedikit pekerjaan atau mungkin lebih tepatnya masalah, karena jika tidak ada masalah tak ada yang aku kerjakan. Kerjaku hanyalah memperbaiki masalah yang berhubungan dengan IT. Sebagai seorang IT waktu tersibuk adalah ketika mengerjakan project pertama entah itu membuat program ataupun setting program selain dan setelah itu hanya mengawasi dan sekali-kali memperbaiki jika ada ada yang error atau ada system atau program yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Dan jika aku tidak bisa mengatasi perusahaan bekerjasama dengan perusahaan integrated network untuk layanan service onsite dan jika bermasalah dengan aplikasi program tinggal telepon atau email ke team IT perusahaan di Jepang dari sana tinggal diremote untuk memperbaikinya. Kurang nyaman dan santai bagaimana lagi pekerjaanku. Apalagi soal gaji i'm the one and only dah pasti gajiku cukup lumayan tapi pasti heran kenapa ku bilang I'm the one and only karena cuma aku sendiri IT di perusahaan ini.
Bukan berarti kalau IT-nya cuma satu orang perusahaan tersebut adalah perusahaan dalam skala kecil karena perusahaan tempat aku bekerja sekarang ini dan Indonesia adalah cabang negara ke-6 setelah di jepang, checko, USA, China dan Thailand.
Dan bukan hal yang luar biasa pula aku menangani pekerjaan  sebagai seorang IT seorang diri di perusahaan sebesar ini karena pekerjaanku seperti yang aku sebutkan diatas ceritaku tadi.

Benih ketidaksukaan pun dimulai berawal dari laporan ku ke direktur perusahaan, lagian bukan salahku juga melaporkan atau bercerita semua itu tapi direkturnya sendiri yang selalu menyapaku bertanya keadaan dan situasi kerjaku. dan dengar jujur aku ceritakan semua jadi bukan berarti aku mencari kesalahan orang lain khan? aku hanya ingin orang lain pun merasakan kesejahteraan dan kenyamaan tidak hanya untuk level atas.

Seharusnya aku tetap pada zona aman diperusahaan ini tak usah ikut campur dengan urusan departemen lain tapi entahlah aku merasa posisiku paling sempurna walaupun  akhirnya aku dipusingkan sendiri dengan persoalan ini. walaupun, sebenarnya niat dan tujuanku bagus tapi itu malah membuat situasi makin rumit dan membuat perlahan-lahan aku keluar dari zona nyaman.
Tapi aku adalah Jay tempaan hidup yang keras dari aku kecil membuat aku menjadi orang yang sedikit keras kepala dan idealis apa yang aku mulai pantang untukku akhiri. Jikapun harus berakhir aku ingin ada kepuasaan disana ada hal yang berubah.
Bukan hanya di pemerintahan di perusahaan pun ada intrik politik menjatuhkan ketika seseorang yang sudah nyaman merasa terusik kenyamanannya dan mencari strategi untuk membuat lawannya mental.
Tapi aku selalu percaya cepat atau lambat keburukan akan terungkap dan akhirnya tersingkir dengan sistematis

Search

Bookmark Us